PERAN FISIOTERAPI PADA KASUS ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL)

  1. Pendahuluan
( Sumber : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/symptoms-causes/syc-20350738 )   Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah ligamen yang terdapat pada sendi lutut. Ligamen ini berfungsi sebagai stabilisator yang mencegah pergeseran ke depan yang berlebih dari tulang tibia terhadap tulang femur yang stabil, atau mencegah pergeseran ke belakang yang berlebih tulang femur terhadap tulang tibia yang stabil. Setiap cedera yang terjadi pada ACL berpotensi menimbulkan gangguan kestabilan pada sendi lutut. (dr. Sholahuddin Rhatomy, Sp.OT  (K)   Robekan ACL lebih dari 50 % atau robekan total dapat menyebabkan ketidakstabilan sendi lutut. Ketidakstabilan sendi lutut juga akan menimbulkan cedera lanjutan berupa rusaknya bantal sendi/meniskus dan tulang rawan sendi. Banyak atlet yang akhirnya harus mengakhiri kariernya akibat cedera ACL sehingga cedera ini sering disebut career ending injury. ( Sumber : https://healthjade.net/wp-content/uploads/2019/07/anterior-cruciate-ligament.jpg )   Penilaian derajat cedera ACL dapat dilakukan berdasarkan robekan yang terjadi, yaitu: ((Fischer, 2014) - Derajat 1: Robekan mikro pada ligamen. Umumnya tidak menimbulkan               gejala ketidakstabilan dan dapat kembali bermain setelah proses                                        penyembuhan. - Derajat 2: Robekan parsial dengan perdarahan. Terjadi penurunan fungsi                         dan dapat menimbulkan gejala ketidakstabilan. - Derajat 3: Robekan total dengan gejala ketidakstabilan yang bermakna. Cedera ACL adalah cedera lutut tersering yang dialami oleh atlet. Cedera ini umumnya terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan-gerakan zig-zag, perubahan arah gerak, dan perubahan kecepatan yang mendadak (akselerasi-deselerasi). Mayoritas cedera yang terjadi adalah non-kontak dengan mekanisme valgus lutut dan twisting (puntiran).  (Zein 2012 )   Mekanisme cidera pada Anterior Cruciate Ligament : Hampir seluruh cedera ligamen lutut terjadi saat lutut sedang dalam posisi fleksi, dimana kapsul sendi dan ligamen dalam keadaan rileks dan femur dapat dengan bebas berotasi pada tibia. Dorongan dari femur dapat mengakibatkan tibia terdesak dan menghasilkan tekanan yang dapat menyebabkan cidera pada ligamen pada sendi lutut. Salah satu contoh dari mekanisme tersebut adalah saat seorang pemain sepakbola melakukan tackle dimana terdapat kombinasi desakan femur dan rotasi femur pada tibia. Cedera ligamen cruciatum dapat terjadi tersendiri maupun bersamaan dengan cedera pada bagian yang lain. Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah yang lebih sering terkena cedera. ( Solomon 2010) Idioptik pada kasus ACL : ( Simor R 2010 )  
  • Idiopatik cedera ACL sering terjadi pada olahraga high-impact, seperti sepak bola, futsal, tenis, badminton, bola basket dan olahraga bela diri.
  • ACL idopatik cedera pada gerakan yang mendadak berhenti kemudian lutut terpuntir.
  • Pada saat cedera biasanya pasien akan mendengar suara seperti ada yang patah dalam sendi. Saat itu tiba-tiba pasien merasa "kehilangan tenaga" dan langsung jatuh Kadang-kadang setelah beberap saat, pasien dapat berjalan kembali tetapi pincang, sendi lutut sulit digerakkan karena nyerim dan diikuti dengan bengkak.
  1. Pembahasan

( Sumber : Mekanisme cidera ACL)

  Kasus ACL umunya dilaporkan pasien pada waktu bermain bola badannya maju ke depan, dengan hip fleksi dan adduksi, femur internal rotasi, lutut fleksi pada 20-300, tibia internal rotasi dan kaki pronasi. Lalu pasien berusaha melakukan aselerasi atau deselerasi secara mendadak, biasanya dengan perubahan secara langsung, pola gerakannya mirip dengan langkah ke samping pada permainan rugby atau ski. Pada waktu injury pasien biasanya mendengar ’pop’ atau bunyi keras/kertakan dan sensasi lutut terpisah. Kemudian biasanya disertai dengan nyeri yang tajam/kuat dalam waktu pendek, terkadang merasa mampu untuk bermain kembali dalam beberapa menit. Hal selanjutnya yang terjadi adalah adanya perdarahan dalam sendi lutut, swelling yang besar pada lutut, dengan bunyi aspirasi dalam darah. Swelling ini berkembang dalam 72 jam. ( O’ Donoghue, 1973 Hugston dkk, 1976 )
  • Pemeriksaan
Pada dasarnya setiap muncul keluhan yang diakibatkan karena cidera baik ringan maupun berat selalu harus dilakukan asesment (pemeriksaan). Pemeriksaan bisa bersifat umum dan bersifat khusus. Pemeriksaan umum pada cidera ligamen collateral medial sendi lutut yaitu : ( IMFI 3 2017 )
  • Nyeri (derajat sakit).
  • Ada tidaknya keterbatasan lingkup gerak sendi (ROM).
  • Kualitas bengkak (oedem).
  • Kekuatan otot penggerak utama gerakan sendi lutut yang berhuungan langsung dengan cidera ligamen collateral medial.
  • Gait analisis (pola jalan).
Sedangkan pemeriksaan yang lebih bersifat khusus untuk mengetahui adanya ketidak-stabilan sendi lutut adalah dengan tes hypermobilitas valgus pasif (positif). Namun demikian diperlukan juga peme-riksaan gerak yang lain pada lutut yang memungkinkan terjadinya cidera jaringan lunak lain di lutut seperti : ( Gammos 2014 )
  • Test lachmane.
  • Anterior Drawer Test
  • Test pivot shift. 
 
  1. Lachman test,
Posisi : tidur terlentang (supine lying) Action : fleksi knee 300, menjepit maleolus dengan elbow dan jari bertumpu tidak dikaitkan pada tuberositas tibia ( Menurut Arhneim, D.D (1993:543) ( Sumber : http://imfi.or.id/index.php/2017/06/12/cedera-acl-anterior-cruciate-ligament/)
  1. Anterior Drawer test
Posisi : tidur terlentang (supine lying) dengan fleksi Hip dan Knee 450 Action : terapis memfiksasi pada tuberositas tibia pasien kemudian tarik kearah anterior. (Khan k 1993:342) ( Sumber : https://www.clinicaladvisor.com/slideshow/slides/tests-to-assess-acl-rupture/)  
  1. Pivot shift test
  Posisi : tidur terlentang (supine lying) dan fleksi knee Action : terapis memfiksasi ankle dan knee atlit bagian posterior kemudian fleksi knee digerakkan secara pelan-pelan kearah ekstensi dan endorotasi ( Ellison dkk, 1983:238) ( Sumber : https://m.blog.naver.com/PostView.nhn?blogId=generalfit&logNo=221011321977&proxyReferer=https:%2F%2Fwww.google.com%2F)   Untuk penanganan cedera ACL, tepat setelah terjadinya cedera yang bertujuan untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Selain itu penanganan yang tepat setelah mengalami cedera dapat mengurangi komplikasi yang timbul  dapat dilakukan tindakan yaitu : (Ratine 2015) - Rest : Lutut diistirahatkan dan tidak digunakan sampai bengkak hilang - Ice : Dikompres dengam es atau air dingin bertujuan untuk mengurangi               pembengkakan atau nyeri. - Compression : Lutut dibalut dengan compression bandage untuk mengurangi      bengkak. - Elevation : Pasien berbaring dengan posisi tungkai lebih tinggi dari jantung         bertujuan untuk mengurangi pembengkakan.   Banyaknya jumlah penderita dan permasalahan yang muncul menyebabkan berbagai pengobatan terus dikembangkan termasuk pengobatan dari segi fisioterapi.Prosedur diagnosis pada kasus ACL dapat menggunakan beberapa modalitas.   InfraRed (Sumber : http://news.unair.ac.id/2020/10/19/evaluasi-alat-terapi-sinar-di-rumah-sakit-rujukan/) Sinar infra merah adalah pancaran gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang sekitar 7700 Ao – 4 juta Ao. Dimana mempunyai efek fisiologis pada kulit superficial, vasodilatasi pembuluh darah, berpengaruh terhadap jaringan otot sehingga menaikkan suhu dan membantu terjadi rileksasi otot, pemanasan akan membuangan sisa metabolisme. ((Libriana dan Irfan, 2003). Cold pack   (Sumber : https://indonesian.alibaba.com/product-detail/reusable-hot-cold-ice-gel-pack-for-muscle-ache-back-pain-first-aid-729929088.html) Merupakan  salah satu metode aplikasi pada cold therapy atau cryotherapi / ice therapy menggunakan kantong es. Cold pack memberikan efek fisiologis vasokontriksi lokal desensitisasi akhiran saraf bebas penururunan refill kapiler penurunan metabolism sel, serta efek terapetis relaksasi otot menghambat pertumbuhan bakteri mencegah pembengkakan mengurangi nyeri mengurangi perdarahan. (Ernest et al,. 1994:54)   Ultrasound PERAN FISIOTERAPI PADA KASUS ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) ( Sumber : https://www.physioactive.sg/ultrasound-therapy-work/) Aplikasi Ultrasound menggunakan penyerapan dari energi suara yang menghasilkan efek berupa panas sehinnga terjadi peningkatan aliran darah serta membantu dalam menurunkan nyeri. Diharapkan dari proses tersebut dapat membantu Dalam peningkatan aktivitas fungsional. (Leung, M. C (2006)   Assisted Active Movement Merupakan gerakan yang terjadi karena adanya kerja otot-otot yang bersangkutan melawan pengaruh gravitasi dan dibantu oleh kekuatan dari luar tubuh (assisted). dalam hal ini kekuatan otot dan koordinasi gerak tidak memenuhi dalam membetuk suatu gerakan, maka dari itu harus dibantu / diberikan kekuatan dari luar tubuh untuk memudahkan kekuatan kontraksi tersebut. ((Appley, 1995).  
  • Kesimpulan
  Dari penjelasan diatas bisa disimpulkan bahwa working diagnosis pada kasus di atas adalah  Ligamentum crusiatum anterior (ACL). ACL adalah ligament yang menjaga kestabilan sendi lutut. Cedera pada ACL sering terjadi pada olahraga high-impact, seperti sepak bola, futsal, tenis, badminton, basket, dan olahraga bela diri.        ACL adalah ligament yang paling sering mengalami cedera pada lutut. Penyebab utamanya adalah aktivitas olahraga yang bisa dikatakan cukup berat. Olahraga yang sering menyebabkan cedera adalah olahraga dengan badan yang mudah berubah arah dengan cepat, misalnya pada pemain sepak bola dan basket. Dan apabila dilihat dari semua ligament yang ada di lutut, cruciates adalah yang paling penting dalam menyediakan pengekangan pasif untuk anterior maupun posterior dari semua gerakan lutut. Jika salah satu ataupun kedua cruciates terganggu, biomekanik selama kegiatan jalan mungkin terganggu. Fungsi utama dari ACL adalah untuk melawan rotasi internal tibia dari varus atau valgus. Sobeknya ACL ini akan menyebabkan penurunan kemampuan dalam melakukan fleksi dan lutut menjadi tidak stabil. (Thomas E. Hyde, M. S. G. (2007)

DOWNLOAD PDF VERSION

          
  1. Daftar Pustaka
 
  1. ASA IBRAHIM ZA, dr. Tedjo Rukmoyo, SpOT, Spine(K), FICS.; dr. Sholahuddin Rhatomy, SpOT(K) Rekoknisi anterior cruciate ligament single bundle dengan autografi tendon.
  2. Alex Fischer,. Epidemiology of anterior cruciate ligament reconstruction: trends, readmissions, and subsequent knee surgery. JBJS. 2014;91(10):2321- 2328.
  3. Appley, A.G & Solomon. 2010. Orthopedi dan Fraktur Sistem Appley. Jakarta: Widya Medika.
  4. Simon R, Everhart J, Nagaraja H, Chaudhari A. A case-control study of anterior cruciate ligament volume, tibial plateau slopes and intercondylar notch dimensions in ACL-injured knees. Journal of biomechanics. 2010;43(9):1702-1707.
  5. O’ Donoghue, 1973 Hugston dkk, 1976-Anterior Cruciate Ligament Tears in Skeletally Immature Patients: Meniscal Pathology at Presentation and After Attempted Conversative Treatment. Arthroscopy, 8(2):229- 33.
  6. ,(2012). Reconstruction of the Anterior Cruciate Ligement in Sekeletally Immature Athlete: a Review concept. J Bone Joint Surg Am, 95(5);e28:1-13.
  7. Imfi wilayah 3/index 2017/06/12 cedera acl- anterior-cruciate-ligament
  8. Ratini 2015, penanganan awal penatalaksanaan pada cedera acl anterior cruciate ligament
  9. Ernst, E. and V. Fialka (1994). "Ice freezes pain? A review of the clinical effectiveness of analgesic cold therapy." Journal of pain and symptom management 9(1): 56.
  10. Libriana, D dan Irfan, M. 2005. Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack dan Assisted Exercise dengan Infra Red Radiation terhadap Pengurangan Oedem pada Post Arthroscopy Rekonstruksi Ligamen Cruciatum Anterior. Jurnal Fisioterapi Indonesia. Volume 5. Nomor 2: 2 Oktober 2005: 57.
  11. Leung, M. C. P., Ng, G. Y. F., & Yip, K. K. (2006). Therapeutic ultrasound enhances medial collateral ligament repair in rats. Ultrasound inMedicineandBiology,32(3),449–452. https://doi.org/10.1016/j.ultrasmedbio.2005.09.014
  12. Appley, Ag and Louis Solomon. 1995. Terjemahan Ortopedi dan Fraktur Sistem Appley. Edisi ke 7. Jakarta: Widya Medika.
  13. Thomas E. Hyde, M. S. G. (2007). Conservative Management of Sports Injuries. In Conservative Management of Sports Injuries (second edi, p. 109). Jones And Bartlett Publishers.
  14. Gammons, M. Anterior cruciate ligament injury. Dikutip 2015 Maret. Tersedia dari http://emedicine.medscape.com/article/89442
 
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *