Pneumonia

Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian ketiga setelah kardiovaskular dan tuberculosis. Pada tahun 2016, pneumonia di Indonesia menduduki peringkat 10 dunia. Artinya, ¬†pneumonia adalah penyakit yang sangat umum terjadi di Indonesia. Sebenarnya apa itu pneumonia? Apa penyebabnya? Dan bagaimana fisioterapi berperan didalamnya? Apa itu pneumonia?   Pneumonia merupakan infeksi akut paru meradang dimana kantung-kantung udara dalam paru (alveoli) dipenuhi cairan dan lendir sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Penyakit ini dalam masyarakat dikenal dengan penyakit paru basah. Pneumonia dapat menyerang semua usia. Pada anak-anak, pneumonia dapat menyebabkan kematian. Menurut data yang dilansir CNN, pneumonia di Indonesia menyebabkan 2-3 balita meninggal setiap jamnya.   Apa penyebab penyakit pneumonia?   Pneumonia disebabkan karena adanya infeksi bakteri, jamur, virus, protozoa, dan mikoplasma. Namun, penyebab paling umum adalah bakteri Streptococcus pneumoniae yang sudah ada di kerongkongan manusia sehat. Begitu pertahanan tubuh menurun oleh sakit, usia tua atau malnutrisi, bakteri segera memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan. Balita yang terinfeksi pneumonia akan panas tinggi, berkeringat, napas terengah-engah dan denyut jantungnya meningkat cepat.   Jenis-jenis Pneumonia  
  1. Pneumonia berdasarkan penyebabnya
 
  • Pneumonia bacteria
  Bakteri yang paling umum menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae (tipikal organisme), Chlamydophlla pneuominiae dan Legionella pneumophila (atipikal organisme).  
  • Pneumonia viral
  Setengah dari kejadian pneumonia diperkirakan disebabkan oleh virus. Virus yang paling banyak menyebabkan pneumonia adalah Respiratory Syncial Virus (RSV). Meskipun virus-virus ini kebanyakan menyerang saluran pernapasan bagian atas, pada balita gangguan ini bisa memicu pneumonia. Tetapi pada umumnya sebagian besar pneumonia jenis ini tidak berat dan sembuh dalam waktu singkat. Apabila infeksi terjadi bersamaan dengan virus influenza, gangguan bisa berat dan dapat menyebabkan kematian.  
  • Pneumonia mycoplasma
  Mikoplasma adalah agen terkecil di alam bebas yang menyebabkan penyakit pada manusia. Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri, meski memiliki karakteristik keduanya. Pneumonia yang dihasilkan biasanya berderajat ringan dan tersebar luas. Mikoplasma menyerang segala jenis usia, tetapi paling sering pada anak pria remaja dan usia muda. Angka kematian sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati  
  • Pneumonia fungi (jamur)
  Infeksi pneumonia akibat jamur biasanya disebabkan oleh jamur oportunistik, dimana spora jamur masuk kedalam tubuh saat menghirup udara. Organisme yang menyerang adalah Candida sp, Aspergillus sp, Cryptococcus neoformans. Penyakit jenis ini seringkali menyerang pasien yang memiliki penyakit kronis atau memiliki system imun yang menurun/buruk.  
  1. Pneumonia berdasarkan letak terjadinya
 
  • Community-Acquired Pneumonia
  Adalah infeksi yang didapati oleh lingkungan sekitar di sebabkan oleh bakteri yaitu Streptococcus pneumonia (Penicillin sensitive and resistant strains ), Haemophilus influenza (ampicillin sensitive and resistant strains) and Moraxella catarrhalis (all strains penicillin resistant).  
  • Hospital-Acquired Pneumonia
  Adalah infeksi yang didapati di rumah sakit. Biasanya terjadi setelah lebih dari 48 jam rawat inap di rumah sakit tanpa pemberian intubasi indotrakeal. Terjadinya pneumonia ini akibat tidak seimbangnya pertahanan inang dan kemampuan kolonisasi bakteri sehingga menginvasi traktus respiratorius bagian bawah.  
  • Ventilator-Acquired Pneumonia
  Pneumonia berhubungan dengan ventilator merupakan pneumonia yang terjadi setelah 48-72 jam atau lebih setelah intubasi trakea. Ventilator adalah alat yang dimasukkan melalui mulut atau hidung, atau melalu lubang di depan leher. Infeksi dapat muncul jika bakteri masuk melalui lubang intubasi dan masuk ke paru-paru.   Tanda dan gejala pneumonia  
  1. Batuk berdahak
  2. Dispnea (sesak nafas)
  3. Takipnea (nafas cepat)
  4. Pucat, tampilan kehitaman, atau sianosis (kebiruan akibat kurangnya oksigen)
  5. Melemah atau kehilangan suara atau nafas
  6. Nafas cuping hidung
  7. Nyeri abdomen (disebabkan oleh iritasi diagfaragma oleh paru terinfeksi)
  8. Batuk paroksimal mirip pertusis (batuk rejan)
  9. Anak-anak yang lebih besar tidak nampak sakit
  10. Demam
  11. Sakit kepala
  12. Berkeringat
  Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:  
  1. Kulit yang lembab
  2. Mual dan muntah
  Bentuk Intervensi Fisioterapi  
  1. Infra Red (IR), merupakan bentuk modalitas fisoterapi yang digunakan dengan tujuan untuk mengurangi nyeri akibat spasme otot-otot pernafasan
  2. Breathing exercise, adalah suatu metode pernafasan untuk meningkatkan kinerja organ paru-paru
  3. Thoracic expansion exercise, adalah salah satu dari banyak teknik dan sangat penting dalam fisioterapi dada konvensional untuk meningkatkan mobilitas dinding dada dan meningkatkan fungsi pernapasan
  4. Postural drainase, merupakan salah satu intervensi yang bertujuan untuk melepaskan sekresi dari berbagai segmen paru dengan mamanfaatkan gaya gravitasi
  5. Latihan berjalan mulai dengan jarak pendek hingga jarak panjang secara bertahap
  ANDA INGIN INFORMASI LEBIH LANJUT?   SILAHKAN KUNJUNGI FISIOTERAPIS SEKITAR ANDA SEKARANG JUGA   Unduh PDF artikel di:¬†PNEUMONIA   Sumber: Hello Sehat. (2017). Pnemonia, Penyakit Infeksi Paru yang Bisa Berakibat Fatal. Retrieved September 20, 2017, from https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/penyakit-pneumonia-adalah-infeksi/   Muttaqin, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.  
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *