Total Knee Arthroplasty (TKA)

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit inflamasi autoimun-sistemik, progresif dan kronis yang mempengaruhi banyak jaringan dan organ, namun pada prinsipnya merusak sendi-sendi sinovial. Proses inflamasi ini seringkali berujung pada kerusakan tulang rawan sendi dan ankilosing sendi. Karakteristik yang paling sering ditemui adalah polyarthritis simetris dan tenosinovitis, morning stiffness, peningkatan laju endap darah (LED), serta gambaran autoantibodi dengan target immunoglobulin (faktor rheumatoid) dalam serum. Prevalensi RA yang dilaporkan pada sebagian besar populasi adalah 1-3 %, dengan insiden puncak pada dekade keempat atau kelima. Wanita 3-4 kali lebih sering mengalami RA dibandingkan pria.  Penyebab RA sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab RA antara lain: faktor genetik, reaksi inflamasi pada sendi dan selubung tendon, faktor rheumatoid, sinovitis kronis dan destruksi sendi, gender dan infeksi. Tujuan terapi RA adalah mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi, menghilangkan kekakuan sendi, dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. Pemilihan terapi RA dengan menggunakan NSAIDs (Non-steroidal Anti Inflammatory Drugs) atau COX-2 inhibitor sebagai NSAID spesifik merupakan terapi lini pertama pada RA. Bila RA menjadi agresif meskipun telah menjalani terapi menggunakan NSAID, maka dapat digunakan terapi pengobatan lini kedua dalam 3 hingga 6 bulan. Methotrexate dapat digunakan sebagai terapi pada pasien RA dengan manifestasi klinis yang jelas (erosi, keterlibatan banyak sendi, manifestasi ekstraartikuler) dengan dikombinasikan dengan hydroxychloroquine atau sulfalazine. Indikasi pembedahan pada RA adalah kegagalan terapi medikamentosa, nyeri dan kaku sendi yang berat, baik dengan aktivitas ataupun istirahat, atau adanya penurunan fungsi yang mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Total Knee Arthroplasty (TKA) merupakan tindakan pembedahan yang cukup efektif pada kasus arthritis lutut yang berat. Arthritis lutut berat menimbulkan nyeri yang hebat pada pasien dan menimbulkan disfungsi sendi serta penurunan kualitas hidup. Pada umumnya TKA diindikasikan pada pasien berusia lanjut yang memiliki aktivitas yang lebih sederhana dibandingkan dengan pasien usia muda, serta bila terapi medikamentosa tidak memberikan perbaikan yang signifikan. Kasus serial ini kami laporkan mengingat kasus ini jarang ditemukan pada usia muda dan memerlukan penatalaksanaan bedah. Evaluasi keberhasilan TKA di lakukan dengan menggunakan knee society score. Hal yang perlu diperhatikan dalam tindakan TKA adalah mengatasi permasalahan perioperatif yang dapat terjadi. Pada pasien diberikan terapi antibiotik cephalosporin generasi 4.  Pada persiapan TKA, prostesis yang dipilih adalah fixed-bearing nexgen® dengan menggunakan semen tulang (bone cement), dengan berdasarkan penilaian intraoperatif bahwa tulang dinilai tidak osteoporotik. Pasien telah memahami informed consent yang disampaikan oleh tim orthopaedi, bahwa proses RA masih berlangsung, dan resiko osteoporosis tetap tinggi pada pasien ini, sehingga bisa diperlukan suatu tindakan revisi TKA di masa mendatang. Pasca operasi TKA, pasien mengalami perbaikan fungsi sendi lutut yang signifikan dan pasien dapat berjalan, dengan knee society score di atas 60. Sumber : Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 29 No. 2 Tahun 2006 dengan judul “Total Knee Arthroplasty pada Rheumatoid Arthritis”

UNDUH FORMAT PDF

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *