Skoliosis

Skoliosis merupakan salah satu kelainan pada tulang belakang yang banyak terjadi, tetapi banyak dari penderitanya yang tidak menyadari kalau dia mengalami skoliosis, sehingga saat kondisi skoliosis sudah lanjut, dia baru menyadari kalau kondisi tulang belakangnya tidak normal. Mari kita ulas lebih lanjut apa itu skoliosis. Apa sih skoliosis itu? Skoliosis adalah suatu kelainan kerangka yang berupa lekukan yang abnormal pada tulang belakang. Pada skoliosis terjadi kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal.  Gejala-gejala yang paling umum dari skoliosis adalah suatu lekukan yang tidak normal dari spine/tulang belakang. Pada kondisi skoliosis ringan terjadi suatu perubahan lekukan pada tulang belakang dan mungkin pertama kali diperhatikan oleh seorang teman atau anggota keluarga. Sebelumnya, ada baiknya kita tahu sedikit tentang anatomi tulang belakang yang normal. Ruas-ruas tulang belakang tersusun menjadi kolumna vertebralis, bagian-bagiannya yaitu :
  • Terdapat 7 ruas pada vertebra cervikal. • Terdapat 12 ruas pada vertebra torakal. • Terdapat 5 ruas pada vertebra lumbal. • Terdapat 5 ruas pada vertebra sacral dan membentuk os sacrum. • Terdapat 4 ruas pada vertebra coccygeus dan membentuk os coccygeus.
Bentuk kolumna vertebralis tidak lurus, terdapat beberapa lengkungan di beberapa tempat, yaitu : • Lordosis cervikalis, melengkung ke depan didaerah cervical. • Kyphosis torakalis, melengkung ke belakang didaerah torakal. • Lordosis lumbalis, melengkung ke anterior daerah lumbal. • Kyphosis sacralis, melengkung kedaerah sacral. Sumber: http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00575 Skoliosis apa saja yang di timbulkan akibat skoliosis? Scoliosis mungkin menyebabkan kepala nampak bergeser dari tengah atau posisi pundak lebih tinggi daripada sisi berlawanannya. Jika skoliosis lebih parah, dapat membuat jantung dan paru-paru sulit untuk bekerja dengan baik. Ini dapat menyebabkan sesak napas dan nyeri dada. Bila di biarkan, hal itu dapat menyebabkan deformitas trunk yang parah, yang membatasi kapasitas dan biomekanika fungsional dada, kapasitas berolahraga, kebugaran dan kemampuan untuk bekerja, serta beberapa  faktor yang terkait dengan penurunan kualitas hidup. Scoliosis dua kali lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Scoliosis dapat terjadi pada semua umur, namun lebih umum terjadi pada mereka yang umurnya lebih dari 10 tahun. Scoliosis bersifat turunan atau warisan dimana orang-orang dengan scoliosis lebih mungkin mempunyai anak-anak dengan scoliosis. Beberapa tipe skoliosis Ada beberapa tipe skoliosis yang dikelompokkan menurut penyebabnya seperti di bawah ini.
  • Skoliosis idiopatik. Skoliosis idiopatik Adalah kasus skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis idiopatik memang tidak diketahui penyebabnya tetapi faktor genetik diduga memiliki peran dalam terjadinya skoliosis tipe ini. Skoliosis idiopatik diderita sebanyak 80 persen dari jumlah penderita skoliosis.
  • Skoliosis degeneratif.Skoliosis degeneratif adalah skoliosis yang terjadi akibat kerusakan bagian tulang belakang secara perlahan-lahan. Skoliosis tipe ini sering terjadi pada orang dewasa dikarenakan seiring bertambahnya usia beberapa bagian tulang belakang menjadi lemah dan menyempit. Selain itu ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan skoliosis degeneratif, seperti osteoporosis, penyakit Parkinson, motor neurone disease, sklerosis multipel, dan kerusakan tulang belakang yang terjadi akibat operasi.
  • Skoliosis kongenital.Skoliosis kongenital atau bawaan adalah skoliosis yang disebabkan oleh pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal pada saat bayi masih dalam kandungan. Akibatnya setelah lahir kondisi tulang belakang pada bayi sudah tidak normal.
  • Skoliosis neuromuskular. Skoliosis neuromuskular adalah skoliosis yang disebabkan oleh gangguan persarafan dan otot seperti pada penyakit lumpuh otak atau distrofi otot. Persarafan dan otot yang mengalami gangguan tersebut mengakibatkan otot-otot pada tulang belakang menjadi lemah sehingga kondisi tulang belakang menjadi bengkok ke samping.
Klasifikasi Skoliosis dari derajat kurva yang terbentuk
  • Scoliosis ringan : kurva kurang dari 20 o
  • Scoliosis sedang : kurva 20 o - 40 o/50 o
  • Scoliosis berat : lebih dari 40 o/50o
Pada kebanyakan kasus, pada mulanya penderita tidak merasakan adanya gangguan, kemudian pada kondisi yang lebih parah baru dirasakan adanya ketidak seimbangan posisi thorax, scapula yang menonjol pada satu sisi, posisi bahu yang tidak horizontal, panggul yang tidak simetris, dan kadang-kadang penderita merasakan pegal-pegal pada daerah punggung. Untuk penanganan lebih lanjut datang ke fisioterapis, agar segera mendapat penanganan supaya skoliosis tidak semakin parah. Intervensi fisioterapi Tujuan dasar penanganan Skoliosis  adalah:
  1. Untuk menghentikan perkembangan kurva.
  2. Untuk mengurangi derajat kurva yang terbentuk.
  3. Untuk mencegah atau mengobati disfungsi pernafasan.
  4. Untuk mencegah atau mengobati sindrom nyeri tulang belakang.
  5. Untuk meningkatkan estetika melalui koreksi postur.
Penanganan Fisioterapis pada penderita skoliosis yaitu dengan :
  1. Terapi latihan.
Tujuan latihan adalah untuk penguatan dan peregangan otot – otot fleksor dan ekstensor sendi lumbosacralis dan otot – otot sendi paha.
  1. Spinal Brace.
Tujuan penggunaan brace adalah untuk memperbaiki skoliosis. Penggunaan brace juga diperlukan untuk menghentikan perkembangan derajat kurva skoliosis agar tidak semakin buruk.
  1. Infra Red.
  2. Elektro stimulasi.
Demikian sedikit uraian tentang skoliosis, semoga bermanfaat.   Referensi Negrini Stefano et al, 2012, 2011 SOSORT guidelines: Orthopaedic and Rehabilitation treatment of idiopathic scoliosis during growth, https://scoliosisjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/1748-7161-7-3, diakses tanggal 27 Juni 2017. Jurnal Pediatri, 2016, SKOLIOSIS, GANGGUAN BENTUK TULANG PUNGGUNG, https://jurnalpediatri.com/2016/03/06/skoliosis-gangguan-bentuk-tulang-punggung/, diakses tanggal  27 juni 2017. Faturrahman Afrian, 2013, Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Scoliosis Vertebra Thoracal 7–Lumbal 1 Di RSAL Dr. Ramelan,  [pdf], http://eprints.ums.ac.id/26838/,  diakses tanggal 27 Juni 2017. Alodokter, ___, SKOLIOSIS, http://www.alodokter.com/skoliosis, diakses tanggal 27 juni 2017.
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *