Thoracic Outlet Compression Syndrome (TOCS)

1 Apa yang dimaksud dengan Thoracic Outlet Compression Syndrome? Thoracic outlet adalah sebuah lorong yang terdapat di antara tulang rusuk dan tulang selangka  yang merupakan jalan keluar/dilewati saraf (pleksus brakialis) dan pembuluh darah (arteri dan vena subklavia) Thoracic Outlet Compression Syndrome (TOCS) adalah suatu gangguan yang disebabkan oleh penekanan dari saraf (pleksus brakialis) dan pembuluh darah (arteri dan vena subklavia) di area shoulder girdle, cervical, dan thoracal. jalur yang dilewati saraf dan pembuluh darah tersebut dalam thoracic outlet dibagi menjadi tiga yaitu inter-scalene triangle dibatasi dengan otot skalenus anterior dan otot skalenus tengah), costoclavicular space (dibatasi oleh os.clavicula dan costa 1), dan sub pectoralis minor space (dibatasi oleh batas posterior otot pektoralis minor dan dinding dada anterior) TOCS ini mencakup berbagai gejala karena kompresi saraf dan pembuluh darah selama melalui ketiga jalur tersebut. TOCS biasanya terjadi pada area diatas Rib cage di antara Leher dan dada. TOCS mempengaruhi sekitar 8% dari populasi dan 3-4 perempuan lebih sering terkenal TOCS dibandingkan dengan laki-laki pada rentan usia 20-50 tahun. Prevalensi yang lebih tinggi pada perempuan ini disebabkan karena perempuan memiliki otot yang kurang berkembang, kecenderungan beban yang lebih besar untuk bahu  karena adanya jaringan tambahan yakni payudara pada perempuan, saluran thoraks yang menyempit, dan anatomis sternum yang lebih rendah yang kemudian juga menjadi faktor yang mengubah sudut otot-otot scalene. Hampir semua kasus TOCS mempunyai prevalensi 95-98% mempengaruhi pleksus brakialis sedangkan 2-5% lainnya mempengaruhi struktur pembuluh darah  (vascular), seperti arteri subklavia dan vena subklavia. 2 Apa penyebab terjadinya TOCS? Etiologi
  • Trauma
  • Stress karena aktivitas berulang
  • Fraktur clavicula
  • Fraktur costa
  • Kongenital yang bervariasi
  • Tumor pancoast
  • Pectoralis minor tightness dan/atau m.anterior scalene tighness
  • Spondilosis cervical-iritasi atau kompresi dari spinal nerves C3-C8 yang menyebabkan tekanan dan spasme pada m.scaleni anterior
3   Apa yang meningkatkan resiko untuk terkena TOCS? Adapun faktor yang dapat meningkatkan resiko TOCS diantarannya adalah
  • Kesalahan atau kelainan postur, misalnya scoliosis
  • Obesitas bisa meningkatkan tekanan pada sendi, sama halnya dengan membawa tas atau ransel yang terlalu berat
  • Pembentukan kalus yang berlebih setelah terjadi fraktur clavicula atau costa
  • Aktivitas fisik (pekerjaan misalnya atlet binaragawan atau angkat besi juga dapat mengalami hal ini setelah bertahun-tahun menjalani latihan berat)
4 Apa tanda dan gelala TOCS? Tanda dan Gejala TOCS sangat bervariasi pada tiap pasien, tergantung pada lokasi kompresi dan keterlibatan saraf ataupun pembuluh darah pada area kompresi. Paling umum adalah terjadi nyeri di antara daerah leher, bahu, ekstremitas atas, serta parastesia ekstremitas yang kemudian dapat menyebabkan kelemahan. Hal tersebut dapat berkembang menyebabkan komplikasi pada ektremitas jika tidak ditangani. Penekanan pada vena disertai dengan  gejala:
  • Tangan menjadi biru, tebal dan oedema
  • Terasa nyeri, lelah, rasa berat, sulit mengangkat benda berat.
Penekanan pada arteri disertai dengan gejala:
  • Kulit menjadi pucat dan sianosis
  • Nyeri akan mengakibatkan kelemahan pada saat pembebanan (jika absolut maka akan menimbulkan kelemahan. Tetapi, jika pasial maka yang dominan adalah nyeri yang berkepanjangan dan paraesthesia
  • Sulit mengangkat lengan
  • Kesemutan biasa terjadi dan hilang setelah merubah posisi
penekanan pada plexus brachialis akan menimbulkan gejala:
  • Kesemutan atau paraesthesia akan terjadi beberapa menit setelah istirahat dan perlahan hilang
  • Kekuatan otot menurun
  • Tidak terjadi oedema dan pucat.
5   Penanganganan yang diberikan Fisioterapi
  • Infrared
Penggunanaan infrared pada TOCS untuk menaikkan temperatur pada jaringan sehingga menimbulkan vasodilatasi pembuluh darah selain itu pemanasan yang ringan pada otot akan menimbulkan pengaruh sedatif terhadap ujung-ujung syaraf sensoris
  • Ultrasound
Penggunaan ultrasound untuk meningkatkan sirkulasi darah akibat efek micro massage yang ditimbulkan dan menyebabkan efek thermal sehingga menyebabkan otot relaksasi.
  • Stretching
diberikan untuk meningkatkan ekstensibilitas otot yang tightness melalui proses penguluran jaringan dan meningkatkan fleksibilitas. Secara tidak langsung meningkatkan ROM sendi
  • Transverse friction
Transverse friction adalah manipulasi atau massage ringan pada suatu titik tertentu pada jaringan dengan gerakan transver atau melintang. Friction ini ditujukan pada kapsul sendi, antara otot dan ligamen, serta otot dengan otot. Transverse friction bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi darah, menurunkan rasa nyeri, melepaskan perlengketan jaringan atau mencegah pembentukan jaringan abnormal crosslink. Dengan begitu, elastisitas yang kembali membaik diharapkan dapat mengembalikan gerak fungsional.
  • Resisted Exercise
Manfaat yang diperoleh dari resisted exercise meliputi peningkatan muscle performance, meningkatkan kekuatan soft tissue, mengurangi tekanan pada sendi selama menjalani aktivitas, meningkatkan kemampuan fisik selama beraktivitas dan secara ototmatis terjadi peningkatan kemampuan aktivitas fungsional dan sosial.
  • Acitve Exercise dan Pasive Exercise
Diberikan dengan tujuan untuk memlihara dan meningkatkan lingkup gerak sendi. Dalam gerakan pasif juga dapat diberikan manipulas berupa traksi-translasi
  • PNF
Propioceptif Neuromusular Fasilitation (PNF) berusaha memberikan rangsangan sedemikian sehingga diharapkan timbul reaksi-reaksi yang sesuai dengan perangsangan yang akhirnya gerakan-gerakan yang diinginkan tercapai. Tujuan PNF adalah untuk meningkatkan kekuatan otot untuk mengembalikan gerak fungsional adar dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari 6
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *