Fisioterapi pada Penyakit Paru

S__7643159            Penyakit paru merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Salah satu intervensi yang dilakukan oleh fisioterapi pada penderita penyakit paru baik yang bersifat akut maupun kronis adalah fisioterapi dada (chest therapy). Meskipun terbilang sederhana, namun chest therapy ini bertujuan mengeluarkan secret dari saluran pernafasan, mencegah obstruksi, mencegah rusaknya saluran pernafasan dan memperbaiki ventilasi pada pasien dengan fungsi paru yang terganggu. Dengan pemberian chest therapy dapat memperlancar pembersihan saluran nafas, memperbaiki kekuatan, ketahanan dan koordinasi otot-otot pernafasan, sehingga penderita tidak merasakan sesak nafas akibat berkurangya kemampuan kekuatan otot pernapasan. Chest therapy yang sering dilakukan yaitu postural drainase, perkusi dan vibrasi.
  1. Postural Drainase
Postural drainase memiliki tujuan untuk mengeluarkan secret dari paru dengan mempergunakan gaya berat dan sekret itu sendiri. Postural drainse memanfaatkan kekuatan gravitasi untuk membantu mengalirkan secret dengan efektif dari paru-paru ke saluran pernafasan utama, sehingga dapat dikeluarkan dengan batuk efektif dan suction, pasien ditempatkan dengan kepala atau dada lebih rendah dalam waktu lebih dari 15 menit. Postural drainase dilakukan 2-3 kali perhari tergantung seberapa banyak penumpukan yang terjadi.  Postural drainase dapat dilakukan pada berbagai posisi disesuaikan dengan kelainan parunya. Pada penderita dengan produksi sputum yang banyak, postural drainase lebih efektif bila disertai dnegan perkusi dan vibrasi dada. S__7643160  
  1. Perkusi
Perkusi yaitu pergerakan yang ditimbulkan melalui ketukan pada dinding dada dalam irama yang teratur dengan menggunakan telapak tangan. Perkusi menggunakan energi mekanik pada dada yang diteruskan pada saluran nafas paru dengan tujuan melepaskan secret yang tertahan. Perkusi dapat dilakukan memakai telapak tangan, jari dan jempol. Posisi yang terbaik adalah dengan mengadduksikan jari dan jempol sehingga membentuk mangkok. S__7643162  
  1. Vibrasi
Vibrasi secara umum dilakukan bersamaan dengan perkusi. Vibrasi dengan kompresi manual dan getaran pada dinding dada menggerakkan secret ke jalan nafas yang besar sedangkan perkusi melepaskan/melonggarkan secret. Vibrasi dilakukan hanya pada waktu pasien mengeluarkan nafas. Pasien disuruh bernafas dalam dan kompresi dada dan vibrasi dilaksanakan pada puncak inspirasi dan dilanjutkan sampai akhir ekspirasi. Fibrasi dapat dilakukan 5-8 kali vibrasi per detik. Kontaindikasi dari vibrasi adalah patah tulang dan hemoptysis. S__7643161   Indikasi Tindakan ini dilakukan pada :
  • Pasien yang melakukan tirah baring lama
  • Pasien yang produksi sputum meningkat seperti pada fibrosis kistik atau bronkiektasis
  • Pasien dengan batuk yang tidak efektif
  • Pasien dengan atelektasis
  Kontraindikasi
  • Tension pneumothoraks
  • Hemoptisis (batuk darah)
  • Gangguan sistem kariovaskuler seperti hipotensi, hipertensi, infark miokard akut, dan aritmia.
  • Edema paru
  • Efusi pleura yang luas
  Namun hal-hal diatas dapat diabaikan bilamana sudah menyangkut kehidupan yang terancam.   Dalam tata laksananya, fisioterapi dada biasanya dikombinasikan dengan terapi lain yang bertujuan untuk memudahkan pengeluaran secret , seperti penggunaan nebulizer (inhalasi), suction dan obat pengencer secret. Pada saluran nafas selalu terdapat secret yang berguna untuk membersihkan saluran pernafasan dengan menangkap debu dan kuman yang terhisap bersama udara dan membuangnya dengan batuk. Jika terjadi iritasi atau infeksi paru, maka secret tadi akan diproduksi lebih banyak sehingga dapat menganggu kerja sistem pernafasan. Hal ini dapat dibantu dengan tindakan fisioterapi dada.   Daftar Pustaka   Kurniawati, Susilo. (2012). Pengaruh Chest Therapy Terhadap Penurunan Sesak Nafas Dengan Parameter Respiratory Rate Pada Anak Bronchitis. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Lubis, Helmi M. (2005). Fisioterapi Pada Penyakit Paru Anak. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Putri, Febriana Sukoco. (2015). Pemberian Posisi Postural Drainase Terhadap Keefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Asuhan Keperawatan Tn. T Dengan Tuberculosis Paru Di Ruang Mawar I RSUD Karanganyar. KTI. STIK Kusuma Husada Surakarta.
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *