OSTEOARTHRITIS

OA Definisi Osteoatritis merupakan gangguan pada sendi yang bergerak, gangguan ini dapat ver-sifat kronik, berjalan progresif lambat, tidak meradang yang seakan-akan proses penuaan dari rawan sendi yang mengalami kemunduran atau degenerasi disertai dengan pertumbuhan tulang baru permukaan persendian (Carter, 1995). Penyebab pasti belum jelas di ketahui, namun berikut ini faktor predisposisi yang dapat mengakibatkan osteoatritis lutut: umur, gangguan mekanik, kecacatan genu valgus atau genu varus, kegemukan, penyakit endo-krin, penyakit sendi lain, jenis kelamin. Patofisiologi Pada awalnya proses metabolisme sendi, sintesa kolagen dan jaringan lunak di sekitar sendi berjalan normal. Namun peru-bahan pada kartilago sendi dapat terjadi sejalan dengan penambahan usia antara lain gangguan mikro sirkulasi, penurunan kandu-ngan air, pengurangan kekuatan daya regang dan kekakuan kolagen, pengurangan panjang rantai glikosa-minoglikans dan fragmentasi mata rantai glikoprotein. Ada empat tahapan kerusakan rawan sendi yang saling tumpang tindih, yaitu:
  1. Tahap awal, terjadi penurunan kadar proteoglikan sedang kolagen masih normal. Meskipun kadar proteoglikan berkurang, justru sintesa awal sel rawan meningkat. Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas dari mitosis sel rawan yang bertambah. Hal ini membuktikan bahwa sel rawan berperan dalam menjaga keseimbangan antara akti-vitas produksi dengan aktivitas destruksi yang diperankan oleh enzim tadi yang dalam keadaan normal aktivitasnya rendah, jadi proteoglikan yang menururn tadi karena destrksinya melebihi produksi, penurunan ini menimbulkan rawan sendi menjadi lunak secara lokal. Warna matrik menjadi keku-ningan kemudian timbul retakan dan terbentuknya celah.
  2. Tahap ke dua, celah semakin dalam, tetapi belum sampai ke perbatasan daerah sub-kondral, jumlah sel rawan ini mulai menurun begitu juga kadar kolagen.
  3. Tahap ke tiga, celah tadi akan semakin dalam sampai daerah subkondral, kista dapat menjadi sangat besar dan pecah sehingga permukaan menjadi tidak teratur.
  4. Tahap ke empat, serpihan rawan sendi yang terapung dalam cairan sendi akan di fagosit sel-sel membran synovial dan terjadilah reaksi radang. Selanjutnya kondrosit mati, proteoglikans dan kolagen tidak di produksi lagi dan matrik memucat.
Gambaran Klinis Secara klinis Osteoarthritis dapat dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu :
  1. Subklinis, pada tingkatan ini belum ada keluhan atau tanda klinis lainnya. Kelainan baru terbatas pada tingkat sekunder dan biokimiawi rawan sendi.
  2. Osteoarthritis manifest, pada tingkatan ini biasanya penderita datang ke dokter. Kerusakan rawan sendi bertambah luas disertai reaksi peradangan. Tanda dan gejala yang muncul adalah nyeri setelah bergerak beberapa saat, kaku sendi saat memulai gerakan.
  3. Osteoarthritis decompensasi, pada tingkatan ini rawan sendi telah rusak sama sekali biasanya dilakukan tindakan bedah. Tanda dan gejala yang muncul adalah saat istirahat terasa nyeri.
Tanda dan Gejala Adapun tanda dan gejala klinis dari osteoarthritis adalah
  1. Nyeri Terjadinya nyeri pada OA lutut dapat dijelaskan dari beberapa kemungkinana, antara lain : (a) nyeri yang berasal dari tulang akibat adanya peningkatan tekanan interoseous, (b) nyeri yang bersal dari poriosteum tulang yang terelevasi akibat pembentukan osteofit pada tepi tulang, (c) peregangan kapsul sendi akibat efusi sendi atau proses sinovitis, (d) adanya sindroma periarticular sekunder, bursitis atau tenosinovitis, (e) nyeri muskular akibat  regangan pada otot karena efusi sendi atau karena           spasme
  2. Kaku Sendi, muerupakan gejala yang paling sering dijumpai pada penderita osteoarthritis sendi  lutut , terjadi kesulitan atau kaku pada saat akan memulai gerakan.
  3. Keterbatasan lingkup gerak sendi
  4. Krepitasi disebabkan oleh permukaan sendi yang kasar karena hilangnya tulang rawan sendi.
  5. Kelemahan dan atrophi otot lebih disebabkan oleh meniscus.
  6. Deformitas osteoarthritis yang berat akan menyebabkan destruksi tulang tulang rawan  sendi dan  jaringan lunak sekitar sendi.
Komplikasi Penyakit ini apabila tidak mendapat penanganan yang baik dan tepat, maka memerlukan berbagai masalah baru yang teriadi akibat proses penyakit itu sendiri. Seperti adanya spur (osteofit) sehingga teriadi proses penghancuran tulang rawan sendi. Tulang subkondral lama kelamaan dapat menusuk pada metafisis dari tulang tibia dan tulang femur sebagai akibatnya terjadi komplikasi seperti nyeri, kaki terbentuk varus dan valgus, atrofi kelemahan otot meniscus quadriceps femoris, menurunya ketahanan struktur dan komplikasi deformitas varus dan valgus. Terganggunya aktifitas sehari-hari seperti aktifitas beribadah, jongkok, duduk, bendiri dan jalan. Penanganan Fisioterapi pada Osteoarthritis
  • Mikro Wave Diathermy (MWD)
Micro Wave Diathermy (EEM 2450 Mhz) merupakan suatu pengobatan dengan menggunakan stressor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik bolak-balik frekuensi 2450 MHz dengan panjang gelombang 12,25 km (DepKes, 1993). Efek fisiologis nya yaitu :
  1. Perubahan panas (temperatur)
  2. Jaringan ikat
  3. Jaringan otot
  4. Jaringan saraf
Efek terapeutik yaitu :
  • Penyembuhan luka dapat meningkat proses respirasi jaringan secara fisiologis.
  • Nyeri, hipertropi, gangguan vaskularisasi, dapat menurunkan, nyeri, normalisasi tonus otot lewat efek sedatif, perbankan sistem metabolisme.
  • Kontraktur jaringan lemah, dengan peningkatan elastisitas jaringan lemak maka dapat mengurangi proses kontraktur jaringan.
  • Gangguan konduktifitas dan trashold jaringan saraf, apabila elastisitas dan trashold jaringan saraf semakin pula, prosesnya lewat efek fisiologik. Efek-efek yang lain, Efek umum misalnya merasa lemah badan, pusing mengantuk.
  • TENS (Transcutaneus Elekstrical Nerve Stimulation)
TENS digunakan pada pasien dengan OA untuk menstimulasi saraf daerah lutut untuk menghilangkan nyeri dan untuk memberkan efek relaksasi pada pasien.
  • Static Bicycle
Pemberian static bicycle adalah untuk menjaga meningkatkan kekuatan otot- otot disekitar paha, lutut dan betis. Pemberian static bicycle ini sangat baik untuk penderita OA karena dapat melenturkan sendi dan menjaga stabilitas sendi. Dosis nya bisa disesuaikan dengan kemampuan pasien. Setipa pagi adalah waktu yang sangat teoat untuk melakukan latihan ini dengan teknik dan arahan yang benar.
  • Terapi Latihan
Terapi latihan untuk kasus OA bisa gunakan latihan aktif ( Active Movement, Free Active Movement) dan latihan Pasif (pasif Movement) serta hold relax, latihan diberikan tergantu dari tingkatan kasusnya. Tujuan dari terapi latihan adalah:
  1. Untuk mengurangi nyeri,
  2. Mengurangi spasme,
  3. Mobilitas spasme,
  4. Meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot,
  5. Meningkatkan lingkup gerak sendi.
  • Edukasi
Edukasi dan program latihan di rumah merupakan hal yang penting bagi penderita OA. Edukasi yang diberikan terutama tentang penyakit OA, prinsip perlidungan sendi, bagaimana manajemen gejala OA, dan program latihan di rumah. Program yang diberikan adalah latihan yang aman dilakukan di rumah berupa latihan penguatan otot, latihan luas gerak sendi, dan latihan enduran/daya tahan. Pasien dengan berat badan lebih dianjurkan untuk mengurangi berat badannya. Proteksi dan pemeliharaan sendi lutut antara lain dengan  menghindari gerakan fleksi yang berlebihan, menghindari memposisikan sendi pada satu posisi dalam waktu yang lama, menghindari overuse, mengontrol berat badan, mengurangi beban pada sendi yang nyeri, menyeimbangkan  aktivitas dan istirahat, mendistribusikan tekanan, menggunakan otot dan sendi yang paling kuat, dan menggunakan gerakan dengan biomekanik yang baik.
Share To :

One thought on “OSTEOARTHRITIS

  • I was curious if you ever considered changing the layout of your website? Its very well written; I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better. Youve got an awful lot of text for only having one or two pictures. Maybe you could space it out better?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *