Satuday Night Palsy

palsySaturday Night Palsy Pernahkah kamu tertidur dengan posisi satu sisi tangan diluruskan dan posisi kepalamu miring hingga membuat sisi tanganmu lama lama terasa sakit? Kenalilah penyakit ini! Saturday Night Palsy atau Sleep Palsy merupakan cedera saraf pada nervus radialis akibat tekanan nervus radialis saat posisi tidur dengan lengan dibawah tubuh (satu lengan yang menanggung beban tubuh dengan waktu yang lama dan sering).  Saturday night palsy termasuk golongan penyakit neuropati radialis yaitu suatu kelainan fungsional dan struktural pada nervus radialis, kelainan ini dihubungkan dengan adanya bukti klinis, elektrografis dan atau morfologis yang menunjukkan terkenanya saraf tersebut atau jaringan penunjangnya (WHO 1980). Pada umumnya neuropati radialis disebabkan oleh trauma, baik karena trauma atau penekanan langsung pada sarafnya atau dapat juga akibat dislokasi atau fraktur yang mengenai lengan atas. Gangguan dalam fungsi motorik akibat parese nervus radialis lebih menimbulkan kecacatan atau parese di nervus medianus atau nervus ulnaris. Faktor-faktor pemicu timbulnya Saturday night palsy diantaranya
  1. Pada fraktur (patah tulang dan dislokasi (perubahan posisi tulang), terjadi penekanan saraf oleh fragmen tulang,hematom, callus yang berbentuk setelah terjadi fraktur,atau karena peregangan saraf akibat dislokasi. Neuropati radialis sering terjadi pada fraktur caput humerus. Presis nervus radialis dapat terjadi akibat kebiasaan buruk kita yaitu tertidur dengan menggantungkan lengan diatas sandaran kursi (Saturday night palsy), atau tidur dengan kepala diatas lengan atas. Akibat penekanan pada waktu saraf ini menembus septum intermuskularis lateralis. Selain itu, bisa terjadi karna trauma pada waktu olah raga, kerja, pemakain kruk, atau posisi tangan pada waktu operasi dapat menyebabkan terjadinya parese NR.
  1. Toksik (racun)
  2. Neoplasma (tumor)
  3. Infeksi akibat virus dan bakteri, seperti herpes zoster, sifilis, TBC
Bagian tubuh apa saja yang menimbulkan Saturday night palsy? Biasanya SNP terjadi karna parese otot-otot triseps, ekstensor pergelangan tangan, ekstensor jari dan brakhioradialis,sisi lateral-dorsal tangan, ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Juga adanya lesi (luka) pada aksila dapat disebabkan kompresi oleh kruk, dislokasi sendi bahu, dan fraktur humerus. Gejalanya apa saja?
  • Tidak dapat ekstensi siku karena parese triseps
  • Tidak dapat fleksi siku (menekuk siku) pada posisi lengan bawah antara pronasi dan supinasi karena parese otot brakhioradialis
  • Tidak dapat supinasi lengan bawah karena parese otot brakhioradialis
  • Tidak dapat supinasi lengan bawah karena parese m.supinator
  • Wrist drop dan finger drop karena parese ekstensor pergelangan tangan dan jari
  • Gangguan abduksi ibu jari tangan
  • Refleks trispes negatif atau menurun
  • Gangguan sensorik berupa parestesi atau baal pada bagian lengan bawah, ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah
Bagaimana cara penanganan fisioterapinya?
  • Elektroterapi : infra red
  • Terapi latihan, seperti free active exercise dan passive active exercise
  • Stretching.
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *