Cerebral Palsy

73239Cerebral Palsy (CP) Apakah itu cerebral palsy atau yang lebih dikenal dengan CP? CP berasal dari kata cerebral yang berarti otak dan palsy yang berarti kekakuan. Jadi menurut arti katanya, cerebral palsy berarti kekauan yang disebabkan oleh sesuatu yang terjadi di otak. Pada tahun 1843, William Little pertama kali mempublikasikannya dengan istilah “cerebral displegia”. Dan istilah cerebral palsy pertama kali diperkenalkan oleh Sir William Ober (Efendi, 2006).  Istilah cerebral palsy dimaksudkan untuk menerangkan adanya kelainan gerak, sikap, ataupun bentuk tubuh, gangguan koordinasi yang disertai gangguan psikologis dan sensoris yang disebabkan oleh adanya kerusakan atau kecacatan pada masa perkembangan otak. The American Academy of Cerebral Palsy mendefinisikan cerebral palsy adalah berbagai perubahan gerak atau fungsi motor yang tidak normal sebagai akibat dari kecelakaan, luka atau penyakit pada susunan saraf yang terdapat pada rongga tengkorak. Cerebral palsy merupakan kelainan gerak yang disebabkan oleh disfungsi otak.   ETIOLOGI Cerebral palsy tidak hanya disebabkan oleh satu penyebab. Untuk mengetahui secara pasti penyebeb cerebral palsy perlu dikaji mengenai riwayat kesehatan ibu dan anak serta onset penyakitnya. Penyebab CP kongenital tidak diketahui secara pasti pada sebagian besar kasus. Diperkirakan terjadi dengan kejadian spesifik pada masa kehamilan atau sekitar kelahiran, dimana terjadi kerusakan motorik pada otak yang sedang berkembang (Suharso, 2006). Beberapa penyebab CP kongenital adalah infeksi selama kehamilan, icterus neonatorum, kekurangan oksigen berat (hipoksik iskemik) pada otak atau trauma kepala selama proses persalinan, dan stroke. Selain itu terdapat tiga bagian penyebab CP ; sebelum lahir (prenatal), saat lahir (perinatal), setelah lahir (post natal) (Mardani, 2006). Pada masa sebelum lahir (prenatal), CP dapat disebabkan oleh perilaku ibu yang mengkonsumsi obat-obatan, merokok, meminum minuman keras atau dapat disebabkan oleh ibu yang mengalami depresi dan tekanan darah tinggi. Selain itu CP dapat disebabkan oleh Ibu yang terinfeksi penyakit/virus. Misalnya infeksi rubella, toksoplasma atau, sitomegola yaitu virus yang bisa terjadi di usia kehamilan trisemester ketiga. Ibu yang kekurangan gizi akan berpengaruh pada pembentukan dan perkembangan otak janinnya. Pada saat lahir (perinatal), CP dapat terjadi karena terkena infeksi jalan lahir, hipoksis iskemik ensefalopati (HIE), kelahiran yang sulit, asfiksia, bayi lahir premature, berat lahir yang rendah, pendarahan otak, dan bayi kuning. Selain itu, pada usia 0-3 tahun (postnatal), terdapat penyebab-penyebab CP antara lain infeksi pada selaput otak atau pada jaringan otak, kejang, dan trauma/benturan.   MANIFESTASI KLINIS Selain gangguan motorik, anak dengan cerebral palsy juga memiliki kelainan dalam bahasa, bicara, menulis, emosi, belajar, dan gangguan-gangguan psikologis. Pada umumnya CP dapat terlihat sejak usia kurang dari 3 tahun, dan dapat dicurigai pada kemampuan perkembangan motorik tidak normal. Bayi yang mengalami cerebral palsy akan terlihat keterlambatan perkembangan, misalnya tengkurap, duduk dan sebagainya. Ada sebagian mengalami abnormalitas tonus otot, penurunan tonus, bayi akan terlihat lemas dan kaku. Ada juga bayi pada periode awal tampak hipotonia dan selanjutnya berkembang menjadi hypertonia setelah 2-3 bulan pertama. Sehingga kemungkinan anak dengan cerebral palsy menunjukan abnormal pada satu sisi tubuh.   INTERVENSI FISIOTERAPI Penatalaksanaan cerebral palsy membutuhkan penan multidisiplin dari dokter neurologi, ortopedi, psikiatri, dan fisioterapis. Peran fisioterapis adalah dengan memperbaiki kontrol postural dan motorik, melatih kekuatan otot, memperbaiki Range of Motion (ROM), mengurangi spastisitas dan kontraktur dari jaringan lunak, meningkatkan elastisitas otot dan sendi, meningkatkan daya tahan kardiovaskuler dan kemampuan koordinasi dengan melatih keseimbangan dan penggunaan alat bantu.   SUMBER Efendi, Mohammad. 2006. Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara. Mardiani, E. 2006. Faktor-faktor Risiko Prenatal dan Perinatal Kejadian Cerebral Palsy. Tesis. Universitas Diponegoro. Suharso, D. 2006. Palsi Serebral dalam Pedoman Diagnosis dan Terapi Divisi Neuropediatri Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya. Surabaya : FK UNAIR/RS Dr. Soetomo.  
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *